Prof. Dr. Mikihiro Moriyama, Guru Besar Jepang Fasih Bahasa Sunda Berbagi di Cianjur

1349154093251761539

Hari ini, Sabtu 24 Desember 2011,  kang Miki panggilan Prof. Dr. Mikihiro Moriyama, seorang sarjana bahasa dan sastra Sunda  yang mendapat gelar profésor dalam bidang bahasa Indonesia   di Universitas Nanzan, Jepang, akan menjadi narasumber utama Seminar Internasional III Bahasa dan Sastra Daerah/Sunda di Pascasarjana S2 BI Universitas Suryakancana Cianjur. Rencananya, akan dihadiri oleh mahasiswa magister program studi bahasa dan sastra Indonesia, alumni,  dan sejumlah dosen setempat.

Kang Miki, lahir di Kyoto  Jepang, tanggal 16 September 1960.  Ia begitu tertarik dengan bahasa Sunda saat berkenalan dengan Pak Ajip Rosidi saat bermukim di Jepang.  Beliau  amat terkesan atas sikap konsisten dan kebanggaan Pak Ajip dalam menggunakan bahasa Sunda meskipun di mancanegara. Begitulah kisah tentang “pandangan pertama” saat kang Miki terpikat terhadap bahasa Sunda dalam ngobrol singkat bersama penulis dan kawan-kawan di ruang dosen Prodi Bahasa dan Sastra Indonesia S2 Universitas Suryakancana petang kemarin (23/12).

Kang Miki  pergi ke Indonesia pertama kali tahun 1980 selama 1 bulan, tahun 1982-1984 belajar di Unpad Bandung, kemudian memperdalam seni Sunda seperti: maenpo, pupuh, cianjuran, kecapi, dan lain-lain di Cikalongkulon Cianjur tahun 1984.  Untuk memperdalam bahasa Sunda tanpa banyak terkontaminasi bahasa gaul atau campuran dengan bahasa Indonesia, Kang Miki sengaja memilih tinggal dalam lingkungan masyarakat tradisional  di pelosok Wanayasa Purwakarta, di mana saat itu penerangannya pun masih menggunakan lampu petromak.

Kang Miki menulis berbagai buku dan esai  mengenai budaya cetak dan modernitas juga mengenai kebijakan bahasa di Indonesia.  Beliau  menerjemahkan sastra kontemporer Indonesia termasuk karya Seno Gumira Ajidarma dan Putu Wijaya   ke dalam bahasa Jepang.

Kang Miki mengajarkan bahasa Indonesia sejak tahun 1988  di Jepang, termasuk menyusun buku pelajaran bahasa Indonesia untuk para siswa Jepang.  Perjalanan akademiknya tahun 2003 mendapat gelar doktor Kesusatraan dari Universitas Leiden, dengan disertasi A New Spirit: Sundanese Publishing and the Changing Configuration of Writing in Nineteenth- Century West Java 1987 M.A Program Pascasarjana Universitas Osaka Studi Luar Negeri 1985  B.A. Departemen Bahasa Indonesia, Universitas Osaka, Studi Luar Negeri.  Kini menjabat sebagai Pembantu Rektor Bidang Kemahasiswaan di Nanzan University Nagoya Jepang.

Kunjungan Prof. Dr. Mikihiro Moriyama ke Cianjur kali ini dilakukan pasca mengikuti rangkaian kegiatan Konferensi Internasional Budaya Sunda (KIBS) II yang diadakan di Gedung Merdeka Bandung,  12-14 Des 2011.  Pertemanan baik dengan Prof. Dr. Iskandarwassid, Direktur Pascasarjana S2 BI  Unsur Cianjur, guru pertama kali yang mengajarkan tata bahasa Sunda bagi Kang Miki, dan nuansa alam  Cianjur tempat bermukim Kang Miki tinggal tempo doeloe telah membangkitkan kerinduan dengan tokoh dan masyarakat Cianjur tempo hari. Sehingga selain memberi materi budaya dan sastra Sunda juga dapat dimaknai sebagai ajang silaturahim dan bernostalgia.

Kang Miki begitu piawai dan fasih menggunakan  bahasa Sunda, bahkan    mahir menggunakan bahasa Sunda yang lebih dalam. Beliau mampu menggunakan bahasa Sunda secara halus dan cermat menempatkan  undak usuk basa Sunda maupun  menempatkan kosa kata untuk pribadi, orang kedua atau orang lebih tinggi  dikenal rumit oleh penutur Sunda sekalipun  secara elegan. Hal yang membuat  kami selaku “urang Sunda” membuat “reueus” dan “tertantang” untuk lebih mencintai bahasa ibunya sendiri.

Kang Miki telah mengangkat budaya dan bahasa Sunda dalam seminar budaya dan bahasa  di mancanegara.  Beliau pernah memberi kuliah bahasa Sunda di Leiden Belanda dikenal sebagai universitas rujukan keilmuan bahasa Sunda terkemuka di luar negeri.  Selain menjadi bahan disertasi program Doktornya, Kang Miki yang murah senyum dan amat ramah ini aktif  membawakan materi tentang kesundaan di mancanegara hingga mencapai pelosok  negeri Afrika seperti negeri Mali.

Kang Miki merupakan  sumber inspirasi dan “cambuk” turut menyadarkan bagi “urang Sunda” agar lebih mencintai budaya dan bahasa sendiri. Banyak filosofi luhur yang dianut orang Sunda seperti hirup hurip, silih asih silih asah silih asuh, cageur bageur bener pinter singer, teuneung ludeung, waras, sineger tengah yang tetap relevan dalam kehidupan masa kini sesungguhnya merupakan modal berharga bagi urang Sunda, khususnya dan bangsa Indonesia umumnya dalam  menghadapi era globalisasi yang berpotensi menggerus jati diri suatu bangsa.

http://bahasa.kompasiana.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s