Situ_Candi Cangkuang

Wisata Situ-Candi Cangkuang

Situ Cangkuang - Kab. Garut

Situ Cangkuang terletak sekitar 16 km ke arah utara Kota Garut. Situ ini terdapat di Desa Cangkuang Kecamatan Leles, Kab.Garut. Untuk menuju ketempat lokasi ini dari Kecamatan Lelespara Turis biasanya menggunakan kendaraan delman (andong) yang unik. Situ Cangkuang sebagian ditutupi oleh bunga teratai yang indah. Ada sebuah pulau kecil ditengah-tengah situ, dimana sebuah Candi Cangkuang berada.  Didalam candi itu terdapat patung Siwa Hindu.  Nama Cangkuang sendiri diambil dari pohon Cangkuang (Pandanus Furcatus) yang masih terdapat di sekitar kawasan tersebut Cangkuang telah dibangun pada jaman kerajaan sunda pertama yaitu Kerajaan Galuh. Didekat Situ ada makam peninggalan penganut agama Islam, yaitu Arif Muhammad. Dia salah seorang Tentara Kerajaan Mataram dari Jawa Tengah yang pergi menyerang Belanda di Batavia pada abad ke 17. Penyerangannya gagal, dia tidak kembali, tetapi dia menetap di daerah Cangkuang untuk mengajar dan menyebarkan agama Islam kepada masyarakat disekitanya, tepatnya di kampung Pulo dimana keturunannya menetap sampai saat ini.

Secara keseluruhan kondisi lingkungan fisik di Situ Cangkuang dapat dikatakan berkualitas baik. Bentang alam yang dikelilingi oleh Situ Cangkuang memberikan nilai keunikan tersendiri dibandingkan dengan tempat lain yang sejenis. Selain itu secara geografis Situ Cangkuang memiliki luas kawasan yang cukup luas (340,775 Ha). Kondisi tofografi yang memiliki konfigurasi lahan datar berbukit dengan kemiringan agak landai memberikan kemudahan pencapaian ke Situ. Sedangkan kondisi geologis dengan kestabilan dan daya serap tanah yang baik serta tingkat erosi yang rendah menjadi Situ Cangkuang terlindung dari gangguan kerusakan alam. Kemudian kondisi rendah visibilitas bebas tampak terhalang rambu iklan.Namun demikan terdapat beberapa faktor lingkungan alam yang perlu mendapat perhatian lebih, khususnya pada perencanaan tanah akibat sampah pengunjung, tingkat kebisingan yang cukup karena lokasi yang dekat dengan pemukiman penduduk, dan pola ruang yang terkonsentrasi sebagai tanah adat.   Kondisi tersebut tentunya dapat mengurangi tingkat kenyamanan maupun wisatawan sehingga penetapan pelestarian lingkungan alam perlu ditingkatkan agar terhindar dari permasalahan kerusakan ekosistem.

Selain itu Situ Cangkuang merupakan salah satu tujuan wisata andalan di Kabupaten Garut, namanya yang diambil dari nama pohon Cangkuang (Pandanus Furcatus) yang masih terdapat di sekitar kawasan tersebut dan terdapatnya Situ atau Danau Cangkuang yang menjadi bagian kronologis sejarah islam yang tidak terlepas dari nilai heritage situ menjadikan Situ Cangkuang sebagai daerah tujuan wisata yang sangat menarik. Sarana Dan PrasaranaKondisi fasilitas di Situ Cangkuang dapat dikatakan cukup memadai.  Fasilitas wisata yang ada antara lain museum, kios makanan, dan cinderamata, tempat parkir, pos tiket, gerbang pintu masuk, pelayanan informasi, toilet, shelter, tempat sampah, dermaga rakit, dan lain-lain.

Meskipun demikian terdapat beberapa fasilitas yang kwalitasnya masih kurang baik karena banyak terdapat kerusakan dan kurang terdapat kerusakan dan kurang terawat khususnya toilet, dermaga rakit, kios makanan/warung dan museum hal yang perlu diperhatikan adalah fasilitas interprestasi merupakan salah satu fasilitas utama yang dapat memberikan pengalaman lebih, yaitu : penambahan wawasan pengetahuan yang mampu menimbulkan kesadaran akan pentingnya memahami dan melestarikan benda-benda peninggalan sejarah untuk generasi penerus serta meningkatkan apresiasi & penghargaan atas hasil budi daya para leluhur. Oleh karenannya kualitas informasi mengenai nilai sejarah, estetika fisik situ, budaya, social maupun science baik melalui pemandu wisata maupun media tertulis perlu disempurnakan dengan bantuan visualisasi media (brosur, animasi, mini teater,dll) yang interaktif dan menarik.

Ketersediaan infrastruktur seperti jaringan listrik, sumber air bersih dan jaringan komuikasi telah ada. Hal tersebut disebabkan karena lokasi Situ Cankuang yang menyatu dengan komunitas wilayah pemukiman penduduk dan dekat dengan kota kecamatan menyebabkan infrastrukturnya lengkap termasuk penediaan sumber daya listrik, sumber air bersih, sistem pembuangan limbah, dan sistem komunikasi yang sudah terbangun dan terdistribusi dengan baik.

Secara umum kondisi aksesibilitas ke Situ Cangkuang dapat dikatakan memadai. Hal tersebut ditunjukan dengan kemudahan pengunjung/wisatawan mencapai lokasi karena jalan akses yang sudah beraspal, dan tersedia transfortasi umum dengan frekuensi sering ojek dan kereta kuda/delman sertadapat menggunakan kendaraan pribadi, model transportasi berupa kereta kuda/delman sebagai sarana akses mempunyai keunikan tersendiri selain mempermudah pencapaian ke lokasi juga mempunyai nilai budaya tradisional yang dapat menjadi daya tarik wisata penunjang. Permasalahan aksesibilitas hanya terdapat pada kualitas jalan akses yang lebarnya masih kurang memadai serta terminal (tempat pemangkalan) kereta kuda yang masih kurang tertata dengan baik dan menimbulkan kemacetan.

Sumber : http://www.garutkab.go.id

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s