KHUTBAH JUMAT CINTA 5 PERKARA DAN LUPA 5 PERKARA

KHUTBAH JUMAT
CINTA 5 PERKARA DAN LUPA 5 PERKARA

OLEH; Abdul Qadir Jailani

الحمدلله الذى وعد من اطاعه بدار السلام وقَبِلَ من عصاه اذا تاب عن الاثام لااله الاالله يضل من يشاء ويهدى من يشاء اشهد ان لا اله الا الله الكبير المتعال واشهد ان سيدنا محمدا رسول الله خير الانام اللهم صل و سلم على سيدنا محمد وعلى اله وصحبه المتحابين فى الله ومن تبعهم الى يوم القيامة اما بعد.
فيا عباد الله اتقواالله حق تقاته ومن يتق الله يجعل له مخرجا ويرزقه من حيث لايحتسب

Ma’asirol Muslimin sidang jum’at R K
Segala puji bagi Allah yang telah memberikan kita nikmat iman dan islam , sehingga pada Jumat kali ini kita bisa kembali duduk bersimpuh dimasjid yang mulia ini untuk menunaikan shalat Jumat yang merupakan kewajiban kita. Jumat yang lalu kita berada di masjid ini tidak tau apakah kita akan berada di sini saat sekarang ini. Jum’at yang lalu kita pasti berharap kita akan berada disini sekarang, dan Al-hamdulillah kita berada di sini sekarang melaksanakan apa yang diperintahkan Allah. Sementara kita tau betapa banyak manusia di saat sekarang ini tidak mendengarkan khutbah dan shalat jumat karena mereka enggan, mereka terlalu sibuk belum mendapatkan petunjuk dari Allah, namun kita diberikan petunjuk sehingga alhamdulillah kita berada disini saat ini.
Pada kesempatan khutbah kali ini, kami akan menyampaikan hadits Rasulallah SAW di dalam kitab Naso’ihul Ibad yang berbunyi

سيأتى على امتى زمان يحبون الخمس وينسون الخمس يحبون الدنيا وينسون الآخرة يحبون الحيوة وينسون الموت يحبون القصور وينسون القبور يحبون المال وينسون الحساب يحبون الخلق وينسون الخالق
Akan datang suatu masa pada umatku, dimana mereka mencintai 5 perkara dan lupa terhadap 5 perkara; pertama: mereka cinta dunia dan melupakan akhirat, kedua :mereka cinta hidup dan melupakan kematian, ketiga: mereka cinta bangunan-bangunan mewah dan melupakan kubur, keempat mereka cinta kepada harta dan melupakan hisab, kelima mereka cinta kepada makhluk dan melupakan Pencipta.
Jika kita perhatikan masa yang disabdakan nabi itu adalah masa kita sekarang ini, mengapa? Karena kelima kriteria tersebut sudah datang saat ini.
Yang pertama يحبون الدنيا وينسون الآخرة Mencintai dunia dan lupa akan akhirat. Saat ini sudah nampak betapa manusia telah melupakan akhirat yang kekal abadi, manusia sangat bersemangat dalam perkara dunia namun ketika perkara akhirat disajikan mereka berpaling, jika kita bandingkan manakah yang paling banyak menjadi bahan pembicaraan apakah perkara dunia ataukah akhirat?. Tentu kita akan menjawab perkara dunialah yang mengungguli, inilah kekhawatiran Rasulallah akan menimpa umatnya yaitu manusia akan ditutupi dunia, sehingga mereka tidak mampu melihat akhirat karena ditutupi oleh gemerlap dunia. Padalah Allah berfirman
وللاخرة خير لك من الاولى
Sungguh akhirat itu lebih baik bagimu dan lebih utama dibandingkan dengan dunia.
Lalu bagaimana sikap kita yang baik untuk menyikapi dunia ini? Itu sangat sesuai dengan do’a yang sering kita baca
ربنا آتنا فى الدنيا حسنة وفى الاخرة حسنة وقنا عذاب النار
Kita meminta kebaikan di dunia dan kebaikan diakhirat, karena jika kehidupan di dunia kita baik dalam mengabdi kepada Allah, maka akhiratpun akan baik. Betapa bahagianya orang yang ketika di dunia dia bahagia dan ketika di akhirat pun sangat bahagia, merekalah para solihin semoga kita dijadikan dari pada golongan mereka.
Namun sesuai yang dikabarkan Nabi tersebut begitu banyak manusia hanya mengingat dunia dan cinta dunia. Manusia lebih takut dari api dunia ketimbang api akhirat, manusia lebih senang mendapatkan kebahagiaan dunia namun melupakan kebahagiaan akhirat. Ketika manusia diperingati untuk tidak berjalan disuatu tempat karena tempat itu bayak api yang menyebabkannya terbakar, maka manusia sangat berterima kasih “ dia mengatakan terimakasih, untung saja anda melarang saya jalan kesana, kalau tidak pasti saya sudah terbakar api, namun ketika manusia diperingati untuk jangan berjalan kedalam kemaksiatan, jangan berjudi, jangan minum-minuman keras tapi manusia banyak tak peduli hingga dia selalu berjalan ketempat maksiat itu hingga akhirnya dia terbakar oleh api akhirat yang panasnya berajuta-juta kali panas dunia, yang menurut riwayat panasnya api neraka itu jika diletakan bara api neraka sebesar biji cabe maka seluruh tubuh manusia akan mendidih terkelupas saking panasnya. Tapi manusia dizaman sekarang lebih takut api dunia ketimbang api akhirat. Untuk itulah marilah kita jadikan urusan dunia kita ini sebagai jalan untuk menuju akhirat. Kita berusaha untuk akhirat, kita bertani untuk akhirat kita bedagang untuk akhirat bukan sebaliknya menjadikan akhiratnya utuk kepentingan dunianya, seperti beribadah karena riya, bersodakoh karena ingin tenar atau sanjungan.
Ma’asirol Muslimin sidang jum’at R K
Yang kedua يحبون الحيوة وينسون الموت cinta hidup dan lupa kematian.
Setiap kita pasti yakin bahwa kita akan mati, mungkin tidak ada suatu perkara didunia ini yang keyakinan kita melebihi datangnya kematian, namun walaupun manusia yakin dengan kedatangannya banyak orang yang melupakannya, lupa seolah-olah dia tidak akan mati walaupun ia sering melihat kematian seseorang namun sedikit yang membuatnya jadi pelajaran. Manusia sebenarnya didunia ini tertidur pulas, ketika datang kematian kita akan terbangun dan sadar, sadar dari perbuatan-perbuatannya waktu didunia, disanalah manusia menyesal karena tidurnya terlalu pulas hingga tak sempat mengumpulkan bekal dan mereka berkata” ya Tuhan kembalikan kami kedunia, kami pasti akan menjadi orang yang shaleh, kami pasti akan shalat, kami pasti akan zakat, namun permintaann dan penyesalannya tiada arti, mereka sudah mati. Oleh karena itulah mintalah dan menyesallah di dunia ini, karena ketika ajal sudah datang penyesalan tiada artinya.
Yang ketiga يحبون القصور وينسون القبور cinta kepada bangunan yang mewah namun lupa kepada kubur.
Disaat inilah manusia berlomba-lomba membanguan rumah yang serba mewah, manusia sangat bersemangat membangun rumah di dunia ini namun lupa membangun rumahnya di akhirat, lupa membangun rumah di kuburannya, sehingga ketika mereka mati tak ada tempat yang nyaman baginya, karena mereka tidak pernah membangun rumah akhiratnya ketika di dunia, dia lupa shalat yang 5 waktu lupa kepada kewajibannya sendiri lupa kepada beribadah kepada Allah, padahal kesemuanya itu adalah merupakan bahan bangunan untuk mendirikan rumah yang megah dikubur lebih-lebih disurga.
namun sesuai janji Allah kubur itu bisa menjadi satu kebun dari kebun surga jika penghuninya orang yang taat kepada Allah, dan bisa menjadi satu lubang dari api neraka jika penghuninya adalah orang yang maksiat. Nauzubillah…..
Ma’asirol Muslimin sidang jum’at R K
Yang keempat يحبون المال وينسون الحساب cinta harta dan lupa kepada hari perhitungan.
Manusia memang sangat suka dengan harta, namun jangan dengan kecintaan itu lalu membuat kita lupa bahwa harta kita itu akan di hisab kelak. Hisab adalah penghitungan dan pertanyaan darimana kita memperoleh harta dan kemana kita belanjakan, jika pertanyaan ini bisa dijawab dengan baik dan bisa dipertanggung jawabkan dihadapan Allah maka harta itu pun akan menjadi penolong bagi kita. Namun jika harta itu didapatkan dari jalan haram dari mencuri, berjudi dan sebagainya maka harta itu akan membuat pemiliknya celaka, begitu juga jika harta itu didapatkan dari jalan yang halal namun digunakan untuk sesuatu yang dimurkai Allah maka itupun akan membuat celaka. Maka ketika kita memperoleh harta yang halal kita gunakan untuk menunaikan kewajiban kita dan mengabdi kepada Allah dengan menafkahi keluarga, membayarkan zakatnya, dan bershodaqoh maka harta itu akan menjadi penolong kita.
Yang kelima يحبون الخلق وينسون الخالق cinta makhluk dan lupa kepada Pencipta
Sungguh apa yang disabdakan Rasulallah amatlah benar, dizaman sekarang ini manusia kebanyakan hanya mencintai makhluk dan lupa kepada pencipta, manusia tidak melihat tanda-tanda kebesaran Allah karena tertutupi oleh nafsu dunia yang dihiasi dengan makhluk, sehingga tidak heran terjadi bencana dimana-mana karena dengan itulah Allah akan membuat manusia ingat kepada-Nya, karena telah terlampau lupa kepada Allah, ketika diberikan kemwahan dan kebahagiaan manusia kebanyakan melupakan Allah, hingga dalam kemewahan itu Allah menurunkan bencana supaya Dia di ingat. Disaat suatu negeri, sudah tidak ada lagi yang mengingat Allah maka akan ditegur oleh Allah supaya mereka menjadi ingat. Jika disuatu negeri juga tidak ada majlis zikir, majlis ilmu dan tak ada yang peduli dengan majlis ini maka turunlah bencana, namun karena didunia ini masih banyak majlis zikir masih banyaak orang-orang yang mengingat Allah hingga akhirnya bencana itupun di tahan oleh Allah. Oleh karena itu marilah kita meramaikan majlis majlis zikir, majlis-majlis ilmu karena Allah akan menurunkan rahmat dan cinta-Nya kepada manusia yang selalu mengingat-Nya.
Rasulallah bersabda
لاتقوم الساعة حتى لايبقى على وجه الارض من يقول الله الله
Hari kiamat tidak akan terjadi sehingga tidak ada yang tinggal dimuka bumi yang menyebut Allah Allah
Artinya jika didunia masih banyak manusia yang menyebut Allah dan ingat kepada Allah dan menyemarakkan majlis zikir dan majlis ilmu, maka hari kiamat akan ditunda.
Namun perlu kita sadari majlis-majlis semacam ini sangat sepi peminatnya, walaupun majlis ini hanya 1 jam saja, sangat sedikit orang yang ambil bagian didalamnya. Namun majlis lahwi yang disana manusia bermaksiat dan melupakan Allah amat ramai peminatnya, bahkan tanpa diundang manusia berdatangan menghadirinya walaupun majlis itu berjam-jam atau berhari-hari. Oleh karena itu mari kita sisihkan waktu kita ini untuk ambil bagian dan menghadiri majlis ilmu dan majlis zikir, karena disanalah rahmat Allah, Cinta Allah, ampunan Allah.
Ma’asirol Muslimin sidang jum’at R K
Akhirnya mariah kita merenung sejenak dan meresapi kemudian kita melihat diri kita apakah kita termasuk orang yang digambarkan Nabi dalam haditsya itu. Jika ia, mari saya mengajak diri saya peribadi dan kita semua untuk selalu bertaubat dan memperbaiki diri dengan selalu menyiapkan bekal kita untuk perjalanan kita menuju negri yang kekal, dengan selalu sabar dan istiqomah sembari selalu meminta kekuatan dan petunjuk Allah, karena Allahlah yang menggerakkan setiap anggota badaan kita, Allahlah yang menetapkan hati kita, Allahlah yang mengatur semuanya, dan jika kita mendapatkan kenikmatan dari ketaatan kita maka lihatlah siapa yang memberikan nikmat taat itu bukan melihat ketaatan itu hasil usaha kita, jika kita mendapatkan rizki maka lihatlah yang memberikan kita rizki, karena betapapun sedikitnya rizki kalau diberikan oleh yang Maha Besar akan mendapat barokah dari-Nya.
لاحول ولاقوة الا بالله العلى العظيم
بارك الله لى ولكم فى القران العظيم ونفعنى واياكم بمافيه من الايات والذكر الحكيم اقول قولى هذا واستغفر الله العظيم لى ولكم ولسائر المسلمين والمسلمات والمؤمنين والمؤمنات فاستغفروه انه هو الغفور الرحيم

الخطبة الثانية
الحمدلله رب العالمين حمدا كثيرا كما امراشهد ان لااله الا الله وحده لا شريك له ارغاما لمن جهد به وكفر واشهد ان سيدنا محمدا عبده ورسوله سيد الخلائق والبشر اللهم صل وسلم وبارك على سيدنا محمد وعلى اله وصحبه الاخيار. امابعد…
فيا عباد الله اتقوا الله ماستطعتم وسارعوا الى مغفرة رب العالمين واعلموا ان الله سبحانه وتعالى امركم بامر بدأ فيه بنفسه و ثنى بملائكته المسبحة بقدسه. فقال تعالى فى كتابه الكريم ان الله وملائكته يصلون على النبي ياايها الذين آمنوا صلوا عليه وسلموا تسليما. اللهم صل وسلم وبارك على سيدنا محمد سيد المرسلين وعلى اله واصحابه وقرابته وازواجه وذريته اجمعين وارض اللهم على اربعة الخلفاء الراشدين سيدنا ابى بكر وعمر وعثمان وعلى وعلى بقية الصحابة والتابعين وتابع التابعين ومن تبعهم باحسان الى يوم الدين وعلينا معهم برحمتك يا ارحم الراحمين. اللهم اغفر للمسلمين والمسلمات و المؤمنين والمؤمنات الاحياء منهم والاموات انك سميع قريب مجيب الدعوات ياقاضي الحاجات اللهم اصلح امة محمد صلى الله عليه وسلم وفرج عن امة محمد صلى الله عليه وسلم وارحم امة محمد صلى الله عليه وسلم واغفر امة محمد صلى الله عليه وسلم اللهم هذا ذلنا ظاهر بين يديك وحالنا لا يخفى عليك امرتنا فتركنا ونهيتنا فارتكبنا ولا يسعنا الا عفوك فاعف عنا يا خير مأمول واكرمَ مسؤل انك غفور رءوف رحيم يا ارحم الراحمين.
عباد الله ان الله يأمركم بالعدل والاحسان وايتاء ذي القربى وينهى عن الفحشاء والمنكر والبغي يعظكم لعلكم تذكرون فاذكروا الله العظيم يذكركم وادعوه يستجب لكم ولذكر الله اكبر

Al-Qur’an Pedoman Hidup Manusia

الحمد لله الذي جعل يوم الجمعة من افضل ايام الشهور والاعوام. وفضل بتمام فضله الاعمال فيه على الاعمال فى غيره من سائر الايام. اَشْهَدُ اَنْ لاَّاِلهَ اِلاَّاللهُ ذُوْالْجَلاَلِ وَاْلاِكْرَامْ. وَاَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُه’وَرَسُوْلُه’ صَاحِبُ الْحَوْضِ وَالشَّفَاعَاتِ وَالْمَقَامِ. اَللّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَامُحَمَّدٍ وَعَلَى الِه وَصَحْبِه اَجْمَعِيْنَ. اَمَّابَعْدُ. فَيَااَيُّهَاالنَّاسُ اتَّقُوْااللهَ حَقَّ تَقْوَاهُ. وَاعْلَمُوْااَنَّ الْجَنَّةَ اُعِدَّتْ لِمَنِ اتَّقَى اللهَ فَهِيَ مَسِيْرُه’وَمَثْوَاهُ. وَاعْبُدُوْااللهَ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدين. وَلا تتبعوااهوائكم وانفسكم والشياطين.كماقال النبي ص.م اِتَّقِ اللهَ حَيْثُ مَا كُنْتَ وَأَتْبِعِ السَّيِّئَةَ الْحَسَنَةَ تَمْحُهَا. (رواه أحمد). قال الله تعالى فى محكم كتابه الكريم. وهو اصدق القائلين. اعوذ بالله من الشيطان الرجيم. يايهاالذين امنوااتقواالله حق تقاته ولاتموتن الاوانتم مسلمون……
Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah
Rasulullah Muhammad Saw. menggambarkan orang mukmin dan orang munafik tentang Al-Qur’an:
عن ابي موسى الاشعرى قال: قال رسول الله ص.م. اَلْمُؤْمِنُ الَّذِيْ يَقْرَأُ الْقُرْانَ وَيَعْمَلُ بِهِ كَالْاَتْرُجَة, طَعْمُهَاطَيِّبٌ وَرِيْحُهَاطَيِّبٌ. وَالْمُؤْمِنُ الَّذِيْ لاَيَقْرَاُ الْقُرْانَ وَيَعْمَلُ بِهِ كَالتَّمْرَة, طَعْمُهَاطَيِّبٌ وَلاَرِيْحَ لَهَا. وَمَثَلُ الْمُنَافِقِ الَّذِيْ يَقْرَاُ الْقُرْانَ كَالرِّجَانَة, رِيْجُهَاطَيِّبٌ وَطَعْمُهَامُرٌّ. وَمَثَلُ الَمُنَافِقِ الَّذِيْ لاَيَقْرَاُ الْقُرْانَ كَالحَنظَلَةِ طَعْمُهَامُرٌّ وَرِيْحُهَا خَبِيْثٌ. (رواه البخاري ومسلم والترمذي وابوداود والنساء وابن ماجه)
“Dari Abi Musa Al Asy’asri berkata: Bersabda Rasulullah Saw.,perumpamaan orang mukmin yang membaca Alquran dan mengamalkannya seperti buah Utrujah, rasanya manis dan harum baunya. Perumpamaan orang mukmin yang tidak membaca Alquran tapi mengamalkan isinya seperti buah kurma, rasanya manis tapi tidak wangi. Perumpamaan orang munafik yang membaca Alquran seperti buah rihanah, harum baunya tapi rasanya pahit. dan perumpamaan orang munafik yang tidak membaca Alquran seperti buah hanzhalah, rasanya pahit dan baunya busuk.

تركت فيكم امرين لن تضلوا ابدا ان تمسكتم بهما كتاب الله وسنة رسوله
“Telah aku tinggalkan dua perkara, tidak tersesat selama-lamanya jika berpegang teguh pada dua perkara tersebut, yakni Al-Qur’an dan Sunnah Rasulullah”.

Al-Quran adalah pegangan hidup setiap muslim, petunjuk jalan agar tidak tersesat dalam mengarungi bahtera kehidupan. Jika kita menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman, tentu akan ditimpa oleh berbagai bencana.

“Dan siapapun yang berpaling dari peringatan-Ku, Maka Sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam Keadaan buta”. (Q.S. Thaha: 124)

Jika kita jauh dari Al-Qur’an maka akan datang kepada kita berbagai macam bencana, di antaranya:
Pertama, bencana Moral; Apabila seseorang tidak berpedoman kepada kitabullah Al-Qur’an maka tentu dia akan mengikuti hawa nafsunya. Dan apabila banyak orang yang berlaku demikian, maka tentu akan terjadi bencana moral di masyarakat. Karena moral seorang muslim tentu dibentuk atas dasar petunjuk dari Al-Qur’an.

Kedua, bencana Fisik; hal ini diungkapkan Allah swt. dalam surat Al-A’raf ayat 96:

tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, Maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.

Kepada kaum-kaum penentang sebelumnya, Allah swt telah menurunkan azab, gelombang tsunami terhadap kaum nabi Nuh as, hujan batu yang menimpa kaum Nabi Luth as. karena menganut homoseks, Fir’aun yang ditenggelamkan karena menentang Musa as. dan tentunya tengoklah apa yang menimpa para penentang Nabi Muhammad saw. seperti Abu Jahal, Abu Lahab, Umayyah bin Khalaf, Musailamah Alkadzab dll…

Ketiga, bencana Ekonomi; kata ma’isyatan dhonka dalam surat Thaha: 124 bermakna mata pencaharian yang sempit. Rezeki akan susah, tekanan ekonomi semakin berat, lantaran jauh dari Al-Qur’an.

Keempat, bencana Sosial; Manakala kaum muslimin jauh dari Al-Qur’an, tentu hubungan ukhuwah sesama muslim tidak akan baik. Hubungan dengan tetangga, hubungan-hubungan sosial akan rusak. Hal ini merupakan bibit-bibit perpecahan ummat bahkan perpecahan bangsa. Jika ini terjadi, tentu merupkan bencana sosial bagi kita semua.

Kelima, bencana Keimanan; Kerusakan iman, Karena tidak tidak faham Al-Qur’an sehingga mereka tidak mengerti; mengapa harus mengerjakan shalat? Mengapa harus puasa? Mengapa harus zakat, haji? dst… lama-lama keimanannya akan tergerus dan mulai bertanya, mengapa kita harus beriman?….
Na’udzubillahi tsumma na’udzubillah.

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِيْ اْلقُرْآنِ اْلعَظِيْمِ وَنَفَعَنِي وَإيَّاكُمْ ِبمَا ِفيْهِ مِنَ اْلآياَتِ وَالذكْر ِالْحَكِيْمِ وَتَقَبَّلَ مِنِّي وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ إنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ اْلعَلِيْمُ

الْحَمْدُ للهِ الَّذِى اَرْسَلَ رَسُوْلَه’شَاهِدًا وَّمُبَشِّرًا وَّنَذِيْرًا. وَدَاعِيًااِلَى اللهِ بِاِذْنِه وَسِرَاجًامُّنِيْرًا. اَشْهَدُ اَنْ لاَّاِلهَ اِلاَّاللهُ وَحْدَه’لاَشَرِيْكَ لَه’ الَّذِى بَشَّرَ الْمُؤْمِنِيْنَ بِاَنَّ لَهُمْ فَضْلاً كَبِيْرًا. وَاَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُه’ وَرَسُوْلُه’ الَّذِى ذَكَرَ اللهَ ذِكْرًاكَثِيْرًا. اللّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى الِه وَصَحْبِه اَجْمَعِيْنَ. اَمَّابَعْدُ. فَيَاعِبَادَ الله. اُوْصِيْكُمْ وَاِيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. اِنَّ اللهَ وَمَلئِكَتَه’ يُصًلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ يَآاَيُّهَاالّذِيْنَ امَنُوْاصَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اللّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى الِ سيِّدِنَامُحَمَّدٍ. كَمَاصَلَّيْتَ وَسَلَّمْتَ وَبَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى الِ سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ. فِى الْعَالَمِيْنَ اِنَّكَ حَمِيْدٌ مَّجِيْدٌ. اللّهُمَّ وَارْضَ عَنِ الْخُلَفَآءِ الرَّشِدِيْنَ اَبِى بَكَرٍ وَّعُمَرَ وَعُثْمَانَ وَعَلِيِّ وَعَنْ سَآئِرِ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَعَنَّامَعَهُمْ يَااَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ. اللّهُمَّ اَعِزَّ اْلاِسْلاَمَ وَالْمُسْلِمِيْنَ. وَاَذِلَّ الشِّرْكَ وَالْمُشْرِكِيْنَ. وَدَمِّرْ اَعْدَآءَ الدِّيْنَ. اَللّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الاَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالاَمْوَاتِ اِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُّجِيْبٌ الدَّعَوَاتِ يَارَبَّ الْعَالَمِيْنَ. رَبَّنَااتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَّفِى اْلاخِرَةِ حَسَنَةً وَّقِنَاعَذَابَ النَّارِ. عِبَادَ اللهَ اِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالاِحْسَانِ وَاِيْتَاءِ ذِى الْقُرْبىْ وَيَنْهَىْ عَنِ الْفَخْشَآءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ فَاذْكُرُوْااللهَ الْعَظِيْمِ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ نِعَمِه يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ اَكْبَرُ……..
Wawan Gunawan,S.HI.

RAMADHAN BERTABUR HIKMAH

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
أَلْحَمْدُ لِلّهِ الَّذِىْ جَعَلَ هذَاالشَّهْرَ سَيِّدَ الشُّهُوْرِ وَأَنْزَلَ فِيْهِ الْقُرْأنَ. فَعَظَّمَ قَدْرَهُ بِذلِكَ وَرَفَعَهُ وَأَجْزَلَ فِيْهِ الْاِحْسَانَ بِفَتْحِ الْجِنَانِ. اَشْهَدُ اَنْ لاَّاِلهَ اِلاَّاللهُ ذُوْالْجَلاَلِ وَاْلاِكْرَامْ. وَاَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُه’وَرَسُوْلُه’ صَاحِبُ الْحَوْضِ وَالشَّفَاعَاتِ وَالْمَقَامِ. اَللّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَامُحَمَّدٍ وَعَلَى الِه وَصَحْبِه اَجْمَعِيْنَ. اَمَّابَعْدُ. فَيَااَيُّهَاالنَّاسُ اتَّقُوْااللهَ حَقَّ تَقْوَاهُ. وَاعْلَمُوْااَنَّ الْجَنَّةَ اُعِدَّتْ لِمَنِ اتَّقَى اللهَ فَهِيَ مَسِيْرُه’وَمَثْوَاهُ. وَاعْبُدُوْااللهَ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ. وَلاَ تَتَّبِعُوْااَهْوَائَكُمْ وَاَنْفُسَكُمْ وَالشَّيَاطِيْنِ. قَالَ اللهُ تَعَالى فِى مُحْكَمِ كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ. وَهُوَ اَصْدَقُ الْقَائِلِيْنَ. اَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ. يَآاَيُّهَاالَّذِيْنَ امَنُوْاكُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَاكُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَ.
Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah
Melalui mimbar ini khotib mengajak kepada diri sendiri dan saudara-saudaraku semua – untuk selalu meningkatkan iman dan taqwa dengan sebenar-benarnya. Menjalankan semua perintah Allah dan meninggalkan larangannya. Semoga dengan peningkatan iman dan taqwa, kita diselamatkan oleh Allah – baik di dunia maupun di akhirat. Amin.
Hebatnya Bulan Ramadhan
Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah
Saat ini kita telah kedatangan tamu agung. Tamu yang menawarkan berbagai keuntungan yang luar biasa. Tamu itu adalah bulan suci Ramadhan.
Apabila Ramadhan telah tiba, Rasulullah SAW memberi motivasi kepada para sahabat agar hatinya gembira. Betapa hebatnya bulan yang agung itu. Bulan yang penuh rahmat, bulan pengampunan, bulan pembebasan dari api neraka, bulan al Qur’an, bulan dilipatgandakan pahala, bulan Lailatul Qadar, bulan do’a dikabulkan dan masih banyak lagi.
Sampai Rasulullah Saw menggambarkan (HR. Thabrani, Ibnu Khuzaimah dan Baihaqi), andai umat manusia mengetahui kehebatan bulan Ramadhan, maka mereka mengharapkan agar setahun itu selamanya Ramadhan. Walau harus berlapar-lapar, berdahaga, menahan nafsu, menahan amarah, meningkatkan shadaqah, shalat tarawih, membaca al Qur’an dan ibadah lain – tidak menjadi masalah. Yang penting, bisa meraih kehebatan bulan suci yang agung itu.
Rasulullah SAW bersabda:
إِذَا دَخَلَ شَهْرُ رَمَضَانَ فُتِّحَتْ أَبْوَابُ السَّمَاءِ وَغُلِّقَتْ أَبْوَابُ جَهَنَّمَ وَسُلْسِلَتْ الشَّيَاطِينُ (رواه البخارى(
Artinya: “Apabila datang bulan Ramadhan, dibuka pintu-pintu langit dan ditutup pintu-pintu neraka serta diikat para syaitan.” (HR. Bukhari).
Maksudnya, agar umat manusia lebih suka meningkatkan amal ibadah. Dan, menjauhi perbuatan yang tercela dan bujukan syaithan.

1. Meneladani Sifat Allah
Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah
Dalam bulan Ramadhan kita bisa berlatih meneladani sifat-sifat mulia yang dimiliki Allah Swt. Sehingga kita menjadi insan kamil. Manusia yang lahir batinnya menjadi baik dan terpuji.
Di dalam Hadits Qudsi Allah SWT berfirman
كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ لَهُ إِلَّا الصِّيَام هُوَ لِيْ وَأَنَا أَجْزِيْ بِهِ (رواه البخاري ومسلم(
“Setiap amal anak Adam itu untuk dirinya, kecuali puasa. Itu milik-Ku dan Aku yang membalasnya karena ia meninggalkan syahwat dan (meninggalkan) makan karena Aku”. (HR. Bukhari Muslim)
Dari ibadah puasa, kita dapat meneladani sifat-sifat Allah yang tersebut dalam Al Asma’ul Husna. Misalnya, As-Shaabiru – sabar. Ar-Rahiim – pengasih. Al Waasi’ – luas, lapang dada. Al Ghafuur – pengampun, dan masih banyak lagi. Sifat-sifat mulia Allah tu bisa diteladani melalui puasa Ramadlan. Manusia akan mulia dengan sifat-sifat Allah itu.

2. Bulan Pengampunan
Manusia tempat salah dan lupa. Dan sebaik-baik manusia bukanlah tanpa dosa. Melainkan orang yang khilaf berbuat dosa – kemudian segera memohon ampunan kepada Allah SWT. Walau dosa manusia setinggi langit, namun Allah telah menyiapkan media untuk menghapusnya. Itulah bulan Ramadhan. Rasulullah SAW bersabda:
وَرَغِمَ أَنْفُ رَجُلٍ دَخَلَ عَلَيْهِ رَمَضَانُ ثُمَّ انْسَلَخَ قَبْلَ أَنْ يُغْفَرَ لَهُ (رواه الترمذى(
Artinya: “Dan rugi benar seseorang apabila telah datang kepadanya bulan Ramadhan, kemudian (Ramadhan itu) meninggalkan, tetapi belum terampuni (dosa-dosa) baginya”. (HR. Tirmidzi).
Hadits ini mengandung pengertian bahwa bulan Ramadhan adalah bulan pengampunan. Siapa yang beribadah dengan sungguh-sungguh di dalam bulan itu – dia akan mendapat pengampunan. Dan siapa yang tidak mau mengoptimalkan ibadah di bulan pengampunan itu – dia tidak mendapatkan pengampunan dari Allah secara maksimal.

3. Do’a dikabulkan
Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah
Allah SWT menyukai hamba-hamba-Nya yang memohon kepada-Nya.
Sebagaimana firman-Nya:
وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ ۖ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ ۖ فَلْيَسْتَجِيبُوا لِي وَلْيُؤْمِنُوا بِي لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ
“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, Maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran. (QS. Al-Baqarah[2]: 186).
Special bagi orang yang berpuasa, doa-doanya tidak ditolak. Sebagaimana hadits Nabi SAW, kurang lebih artinya sbb: “Tiga doa yang tidak ditolak; orang berpuasa hingga berbuka, pemimpin yang adil, dan doanya orang teraniaya. Allah mengangkat doanya ke awan dan membukakan pintu-pintu langit. Demi kebesaran-Ku, engkau pasti Aku tolong meski tidak sekarang.”(HR. Ahmad dan Tirmidzi).

4. Turun Lailatul Qadar
Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah
Satu malam yang diintip dan dikejar-kejar umat Islam sedunia ialah “Lailatul Qadar”,malam penuh misteri, malam penentuan. Di bulan Ramadhan Allah menurunkan satu malam yang sangat mulia. Nilainya lebih baik dari seribu bulan. Bukan sekedar samadengan seribu bulan. Melainkan lebih baik daripada seribu bulan. Mungkin bisa seribu lima ratus atau bahkan dua ribu bulan sekalipun – itu tergantung kehendak Allah Swt.
لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِّنْ أَلْفِ شَهْرٍ¬
“Malam Qadar (itu) lebih baik dari pada seribu bulan” (QS. Al Qadar [97]: 3)
Rasulullah SAW membangunkan keluarga dan mengencangkan ikat pinggang untuk mengintip Lalatul Qadar pada sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan. Rasulullah SAW meningkatkan ibadah pada malam-malam itu untuk mendapatkan malam penuh kemuliaan.

5. Predikat Taqwa
Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah
Sebuah cita-cita luhur bagi setiap insan, yaitu “taqwa”. Sasaran terakhir diwajibkannya puasa Ramadhan adalah predikat taqwa. Dengan peningkatan ibadah wajib dan sunnah di dalam bulan suci – seseorang akan mencapai cita-cita yang berpredikat sangat mulia itu. Siapa yang bertaqwa, hubungannya dengan Allah semakin dekat. Dimudahkan segala urusan. Dalam keadaan apapun, dia selalu damai dan sejahtera. Sebagaimana firman Allah:
“… Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan Mengadakan baginya jalan keluar. dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. dan Barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya…” (Qs. At-Thalaaq [65]: 2-3)

6. Disediakan Pintu Rayyan
Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah
Bagi orang yang berpuasa Ramadhan akan diundang masuk surga dengan melalui pintu Rayyan. Pintu itu tertulis besar – spisial bagi orang berpuasa. Tentu, tidak perlu ribut mencari jalan untuk masuk ke surga. Santai, tidak berjejal dan tidak gontok-gontokan memasukinya. Rasulullah SAW bersabda:
إِنَّ فِي الْجَنَّةِ بَابًا يُقَالُ لَهُ الرَّيَّان يَدْخُلُ مِنْهُ الصَّائِمُوْنَ يَوْمَ اْلقِيَامَةِ لَا يَدْخُلُ مَعَهُمْ أَحَدٌ غَيْرُهُمْ ، يُقَالُ : أَيْنَ الصَّائِمُوْنَ ؟ فَيَدْخُلُوْنَ مِنْهُ فَإِذَا دَخَلَ آخِرُهُمْ أُغْلِقَ فَلَمْ يَدْخُلْ مِنْهُ أَحَدٌ (رواه البخاري(
“Sesungguhnya di surga itu ada sebuah pintu yang disebut Rayyan yang akan dilewati orang-orang berpuasa pada hari kiamat nanti. Tidak diperbolehkan seseorang melewatinya selain mereka. Ketika mereka dipanggil (diundang), mereka akan segera bangkit dan masuk semuanya kemudian ditutup. Maka tidak seorangpun (selain mereka) yang masuk dari Rayyan”(HR. Bukhari).
Begitu hebatnya bulan suci Ramadhan, disediakan Allah SWT kepada hamba-hamba-Nya yang beriman. Tujuannya, untuk mengembalikan jati diri manusia sebagai makhluq paling mulia. Mari kita berusaha untuk meraih kehebatan bulan suci itu dengan sekuat tenaga. Jangan sampai terlena oleh dorongan nafsu yang merugikan.
جَعَلَناَاللهُ وَإِيَّاكُمْ مِنَ الْفَائِزِيْنَ الْأمِنِيْنَ. وَأَدْخَلَناَ وَإِيَّاكُمْ فِى عِبَادِهِ الصَّالِحِيْنَ. وَقُلْ رَبِّ اغْفِرْ وَارْحَمْ وَأَنْتَ خَيْرُ الرَّاحِمِيْنَ.

اَلْحَمْدُ للهِ الَّذِى اَرْسَلَ رَسُوْلَه’شَاهِدًا وَّمُبَشِّرًا وَّنَذِيْرًا. وَدَاعِيًااِلَى اللهِ بِاِذْنِه وَسِرَاجًامُّنِيْرًا. اَشْهَدُ اَنْ لاَّاِلهَ اِلاَّاللهُ وَحْدَه’لاَشَرِيْكَ لَه’ الَّذِى بَشَّرَ الْمُؤْمِنِيْنَ بِاَنَّ لَهُمْ فَضْلاً كَبِيْرًا. وَاَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُه’ وَرَسُوْلُه’ الَّذِى ذَكَرَ اللهَ ذِكْرًاكَثِيْرًا. اللّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى الِه وَصَحْبِه اَجْمَعِيْنَ. اَمَّابَعْدُ. فَيَاعِبَادَ الله. اُوْصِيْكُمْ وَاِيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. اِنَّ اللهَ وَمَلئِكَتَه’ يُصًلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ يَآاَيُّهَاالّذِيْنَ امَنُوْاصَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اللّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى الِ سيِّدِنَامُحَمَّدٍ. كَمَاصَلَّيْتَ وَسَلَّمْتَ وَبَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى الِ سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ. فِى الْعَالَمِيْنَ اِنَّكَ حَمِيْدٌ مَّجِيْدٌ. اللّهُمَّ وَارْضَ عَنِ الْخُلَفَآءِ الرَّشِدِيْنَ اَبِى بَكَرٍ وَّعُمَرَ وَعُثْمَانَ وَعَلِيِّ وَعَنْ سَآئِرِ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَعَنَّامَعَهُمْ يَااَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ. اللّهُمَّ اَعِزَّ اْلاِسْلاَمَ وَالْمُسْلِمِيْنَ. وَاَذِلَّ الشِّرْكَ وَالْمُشْرِكِيْنَ. وَدَمِّرْ اَعْدَآءَ الدِّيْنَ. اَللّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الاَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالاَمْوَاتِ اِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُّجِيْبٌ الدَّعَوَاتِ يَارَبَّ الْعَالَمِيْنَ. رَبَّنَااتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَّفِى اْلاخِرَةِ حَسَنَةً وَّقِنَاعَذَابَ النَّارِ. عِبَادَ اللهَ اِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالاِحْسَانِ وَاِيْتَاءِ ذِى الْقُرْبىْ وَيَنْهَىْ عَنِ الْفَخْشَآءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ فَاذْكُرُوْااللهَ الْعَظِيْمِ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ نِعَمِه يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ اَكْبَرُ……..
Drs. H. Athor Subroto, M.Si.
Wawan Gunawan,S.HI.

TEKS KHUTBAH JUM’AT PILIHAN

MENGGAPAI KEBERKAHAN HIDUP

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهْ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.

يَا أَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُمْ مُّسْلِمُوْنَ. يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوْا رَبَّكُمُ الَّذِيْ خَلَقَكُمْ مِّنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيْرًا وَنِسَآءً وَاتَّقُوا اللهَ الَّذِيْ تَسَآءَلُوْنَ بِهِ وَاْلأَرْحَامَ إِنَّ اللهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيْبًا. يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ وَقُوْلُوْا قَوْلاً سَدِيْدًا. يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوْبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللهَ وَرَسُوْلَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيْمًا.

أَمَّا بَعْدُ؛ فَإِنَّ أَصْدَقَ الْحَدِيثِ كِتَابُ اللهَ، وَخَيْرَ الْهَدْيِ هَدْيُ مُحَمَّدٍ صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَشَّرَ الأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا وَكُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ وَكُلَّ ضَلاَلَةٍ فِي النَّارِ.

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ.

 Hadirin Jamaah Sholat Jumat yang dimuliakan Allah

Dari mimbar khutbah jumat ini khatib mengajak kepada diri khatib dan jamaah sekalian untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT. Peningkatan iman yang terus dilakukan dengan peningkatan amal sholeh. Karena derajat kemuliaan seorang hamba di sisi Allah hanyalah dinilai dengan ketakwaannya. Allah berfirman:

إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ

“Sesungguhnya orang yang paling bertakwa di sisi Allah adalah orang yang paling bertakwa”.

Hadirin Jama’ah Jum’at yang dimuliakan Allah

Masyarakat yang berkah adalah masyarakat yang jauh dari dosa-dosa dan maksiat. Sebaliknya masyarakat yang penuh dengan dosa-dosa dan kemaksiatan adalah masyarakat yang rentan. Ibarat tubuh penuh dengan penyakit dan kotoran yang menjijikkan. Maka ia tidak produktif dan bahkan tidak bisa diharapkan darinya kebaikan.

Keberkahan suatu masyarakat itu mempunyai syarat khusus yang telah dipatok oleh Al-Quran sehingga dengan mewujudkannya akan terwujudlah masyarakat yang mendapatkan keberkahan, sebagaimana firman Allah:

وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرَى آمَنُوا وَاتَّقَوْا لَفَتَحْنَا عَلَيْهِمْ بَرَكَاتٍ مِنَ السَّمَاءِ وَالأرْضِ وَلَكِنْ كَذَّبُوا فَأَخَذْنَاهُمْ بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ .

“Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya”. (Al-A’rof: 96)

Ustadz Sayyid Qutb mengomentari ayat ini sebagaimana yang ditulisnya dalam tafsir zhilal, beliau mengatakan: “Berkah-berkah yang dijanjikan Allah kepada orang-orang yang beriman dan bertakwa secara tegas dan meyakinkan itu, bermacam-macam jenis dan ragamnya. Juga tidak diperinci dan tidak ditentukan batas-batanya oleh nash ayat itu. Isyarat yang diberikan nash Al-Quran itu menggambarkan limpahan yang turun dari semua tempat, bersumber dari semua lokasi, tanpa batas, tanpa perincian, dan tanpa penjelasan. Maka ia adalah berkah dengan segala macam warnanya, dengan segala gambaran dan bentuknya. Keberkahan yang dijanjikan kepada orang beriman dan bertakwa ialah bahwa keberberkahan itu kadang-kadang menyertai sesuatu yang jumlahnya sedikit, tetapi memberikan manfaat yang banyak serta diiringi dengan kebaikan, keamanan, kerelaan, dan kelapangan hati. Berapa banyak bangsa yang kaya dan kuat, tetapi hidup dalam penderitaan, tidak ada rasa aman, penuh goncangan dan krisis, bahkan menunggu kehancuran.”

Kaum muslimin yang dimuliakan Allah

Ketika kehidupan berjalan secara sinergis antara unsur-unsur pendorong dan pengekangnya, dengan bekerja di bumi sambil memandang ke langit, terbebas dari hawa nafsu, menghambakan diri dan tunduk kepada Allah. Berjalan dengan baik menuju ke arah yang diredoin oleh Allah, maka sudah tentu kehidupan model ini akan diliputi dengan keberkahan, dipenuhi dengan kebaikan dan dinaungi dengan kebahagian.

Berkah yang diperoleh bersama iman dan takwa adalah berkah yang meliputi segala sesuatu. Berkah yang terdapat di dalam jiwa, dalam perasaan, dan dalam kehidupan bermasyarakat. Juga berkah yang mengembangkan kehidupan dan meninggikan mutunya dalam setiap waktu. Jadi bukan semata-mata melimpahnya kekayaan namun dibarengi dengan penderitaan, kesengsaraan, kerusakan bahkan kegersangan jiwa.

Tuntutan keberkahan yang dapat diambil dari tuntunan ayat di atas adalah: merealisasikan keimanan dalam keseharian, meningkatkan ketaqwaan dalam setiap amalan. Maka sebaliknya, hal-hal yang akan menghilangkan keberkahan itu adalah karena mendustakan ajaran dan ayat-ayat Allah, kemudian terperosoknya seseorang bahkan masyarakat ke dalam kubangan kemaksiatan.

Imam Ibnul Qayyim Al Jauziyah dalam salah satu bukunya “Al jawaabul Kaafii liman Sa’ala ‘anid Dawaaisy Syaafii” menyebutkan beberapa bahaya dan pengaruh dosa terhadap kehidupan pribadi dan masyarakat yang akan membawa pada hilangnya keberkahan. Di antaranya pengaruh buruk dosa dan kemaksiatan itu adalah:

Pertama: Dosa memperlemah kesadaran akan keagungan Allah dalam hati.

Seorang yang penuh dengan dosa-dosa tidak akan lagi bersungguh-sungguh mengagungkan Allah. Kaki akan terasa malas dan berat berat untuk melangkah ke masjid dan menghadiri pengajian. Badan terasa sulit untuk bangun pada waktu fajar melaksanakan shalat subuh. Telinga tidak suka lagi mendengarkan ayat-ayat Al Qur’an, lama kelamaan hati menjadi keras seperti batu bahkan bisa lebih keras dari pada itu. Maka ia hilanglah rasa sensitive terhadap suatu dosa, tidak bergetar lagi hatinya ketika keagungan Allah disebut. Allah berfirman:

ثُمَّ قَسَتْ قُلُوبُكُمْ مِنْ بَعْدِ ذَلِكَ فَهِيَ كَالْحِجَارَةِ أَوْ أَشَدُّ قَسْوَةً وَإِنَّ مِنَ الْحِجَارَةِ لَمَا يَتَفَجَّرُ مِنْهُ الْأَنْهَارُ وَإِنَّ مِنْهَا لَمَا يَشَّقَّقُ فَيَخْرُجُ مِنْهُ الْمَاءُ وَإِنَّ مِنْهَا لَمَا يَهْبِطُ مِنْ خَشْيَةِ اللَّهِ وَمَا اللَّهُ بِغَافِلٍ عَمَّا تَعْمَلُونَ .

“Kemudian setelah itu hati kalian menjadi keras seperti batu, bahkan lebih keras lagi. Padahal di antara batu-batu itu sungguh ada yang mengalir sungai-sungai daripadanya dan di antaranya sungguh ada yang terbelah, lalu keluarlah mata air daripadanya dan di antaranya sungguh ada yang meluncur jatuh, karena takut kepada Allah. Dan Allah sekali-kali tidak lengah dari apa yang kamu kerjakan”. (QS. Al-Baqoroh: 74)

Kedua: Dosa membuat seseorang tidak mempunyai rasa malu.

Seseorang yang biasa berbuat dosa, lama-kelamaan tidak merasa berdosa lagi. Bahkan ia tidak merasa malu berbuat dosa di depan siapapun. Bila rasa malu hilang maka hilanglah kebaikan. Rosulullah saw bersabda: “Rasa malu itu semuanya baik”. Maksud dari hadist ini adalah: bahwa semakin kuat rasa malu dalam diri seseorang akan semakin menyebar darinya kebaikan. Dengan demikian masyarakat yang mempunyai rasa malu adalah masyarakat yang baik pula dan penuh nuansa kemanusiaan.

Ketiga: Dosa menghilangkan keberkahan dan nikmat serta menggantikannya dengan bencana.

Allah swt. selalu menceritakan bahwa diazabnya umat-umat terdahulu adalah karena mereka berbuat dosa. Dalam surat Al Ankabuut ayat 40 Allah SWT berfirman:

فَكُلًّا أَخَذْنَا بِذَنْبِهِ فَمِنْهُمْ مَنْ أَرْسَلْنَا عَلَيْهِ حَاصِبًا وَمِنْهُمْ مَنْ أَخَذَتْهُ الصَّيْحَةُ وَمِنْهُمْ مَنْ خَسَفْنَا بِهِ الْأَرْضَ وَمِنْهُمْ مَنْ أَغْرَقْنَا وَمَا كَانَ اللَّهُ لِيَظْلِمَهُمْ وَلَكِنْ كَانُوا أَنْفُسَهُمْ يَظْلِمُونَ .

“Maka masing-masing (mereka itu) Kami siksa disebabkan dosanya, maka di antara mereka ada yang Kami timpakan kepadanya hujan batu kerikil dan di antara mereka ada yang ditimpa suara keras yang mengguntur, dan di antara mereka ada yang Kami benamkan ke dalam bumi, dan di antara mereka ada yang Kami tenggelamkan, dan Allah sekali-kali tidak hendak menganiaya mereka, akan tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri.” (QS. An-Ankabut: 40)

Dalam ayat yang lain Allah berfirman:

أَلَمْ يَرَوْا كَمْ أَهْلَكْنَا مِنْ قَبْلِهِمْ مِنْ قَرْنٍ مَكَّنَّاهُمْ فِي الْأَرْضِ مَا لَمْ نُمَكِّنْ لَكُمْ وَأَرْسَلْنَا السَّمَاءَ عَلَيْهِمْ مِدْرَارًا وَجَعَلْنَا الْأَنْهَارَ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهِمْ فَأَهْلَكْنَاهُمْ بِذُنُوبِهِمْ وَأَنْشَأْنَا مِنْ بَعْدِهِمْ قَرْنًا ءَاخَرِينَ .

“Apakah mereka tidak memperhatikan berapa banyaknya generasi-generasi yang telah Kami binasakan sebelum mereka, padahal (generasi itu), telah Kami teguhkan kedudukan mereka di muka bumi, yaitu keteguhan yang belum pernah Kami berikan kepadamu, dan Kami curahkan hujan yang lebat atas mereka dan Kami jadikan sungai-sungai mengalir di bawah mereka, kemudian Kami binasakan mereka karena dosa mereka sendiri, dan kami ciptakan sesudah mereka generasi yang lain.” (QS. An-an’am: 6)

Kaum muslimin jamaah sholat jumat yang dimuliakan Allah

Keberkahan yang kita inginkan dari kehidupan bermasyarakat dan bernegara ini tidak akan terwujud hanya dengan teori-teori dan arahan tanpa adanya kesadaran untuk saling mengingatkan dan keinginan untuk mau mendengarkan dan menerima kebenaran, serta adanya kepedulian untuk saling menghargai, saling mencintai, saling membantu dan memenuhi hak dan kewajiban. Oleh sebab itulah Rasulullah berpesan kepada istri-istrinya untuk memperbanyak kuah masakan untuk dibagikan kepada tetangga-tetangganya.

Memperbanyak kuah sebagaimana dimaksud oleh Rasulullah adalah, kepedulian kepada tetangga dan masyarakat dalam arti luas. Apabila seorang memiliki kelebihan rezeki janganlah ia melupakan tetangga kiri dan kanan, mungkin di antara mereka ada yang tidak memiliki makanan untuk hari itu, atau mungkin anaknya sedang sakit namun ia malu meminjam uang untuk berobat. Bisa pula kepedulian ini dalam bentuk non makanan, misalnya kesehatan dan biaya pendidikan. Siapakah yang paling memahami kesulitan bersosial seseorang selain tetangganya?

Pentingnya kepedulian ini sehingga di akhirat nanti Allah akan mempertanyakannya kepada kita masing-masing tentang kepedulian kita kepada sesama, Imam Muslim dalam kitab shohihnya meriwayat hadist Qudsi:

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم « إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ يَقُولُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ يَا ابْنَ آدَمَ مَرِضْتُ فَلَمْ تَعُدْنِى. قَالَ يَا رَبِّ كَيْفَ أَعُودُكَ وَأَنْتَ رَبُّ الْعَالَمِينَ. قَالَ أَمَا عَلِمْتَ أَنَّ عَبْدِى فُلاَنًا مَرِضَ فَلَمْ تَعُدْهُ أَمَا عَلِمْتَ أَنَّكَ لَوْ عُدْتَهُ لَوَجَدْتَنِى عِنْدَهُ يَا ابْنَ آدَمَ اسْتَطْعَمْتُكَ فَلَمْ تُطْعِمْنِى. قَالَ يَا رَبِّ وَكَيْفَ أُطْعِمُكَ وَأَنْتَ رَبُّ الْعَالَمِينَ. قَالَ أَمَا عَلِمْتَ أَنَّهُ اسْتَطْعَمَكَ عَبْدِى فُلاَنٌ فَلَمْ تُطْعِمْهُ أَمَا عَلِمْتَ أَنَّكَ لَوْ أَطْعَمْتَهُ لَوَجَدْتَ ذَلِكَ عِنْدِى يَا ابْنَ آدَمَ اسْتَسْقَيْتُكَ فَلَمْ تَسْقِنِى. قَالَ يَا رَبِّ كَيْفَ أَسْقِيكَ وَأَنْتَ رَبُّ الْعَالَمِينَ قَالَ اسْتَسْقَاكَ عَبْدِى فُلاَنٌ فَلَمْ تَسْقِهِ أَمَا إِنَّكَ لَوْ سَقَيْتَهُ وَجَدْتَ ذَلِكَ عِنْدِى »

Dari Abu Hurairoh ra, Rosulullah saw bersabda: “Sesungguhnya Allah swt berfirman pada hari kiamat: “Wahai anak adam! Aku sakit kenapa engkau tidak menjengukku, ia berkata:”Wahai Tuhanku, bagaimana mungkin aku menjengukmu, sedangkan engkau adalah Tuham semesta alam.” Allah berfirman: “Engkau tahu bahwa seorang hamba-Ku sakit di dunia akan tetapi engkau tidak menjenguknya, seandainya engkau menjenguknya sungguh engkau akan dapati Aku di sisinya.” Wahai anak adam, Aku meminta makan kepadamu, kenapa engkau tidak memberiku?” Orang itu berkata: “Wahai Tuhanku, bagaimana mungkin aku member-Mu makan, sedangkan engkau adalah Tuhan semesta alam? Allah berfirman: “Engkau mengetahui ada dari hamba-Ku yang kelaparan dan engkau tidak memberinya makan, sekiranya engkau memberinya makan, niscaya engkau dapati Aku di sisinya. Wahai anak adam Aku meminta minum padamu, sedang engkau enggan memberik-Ku minum.” Ia berkata: “Wahai Tuhanku, bagaimana aku memberi-Mu minum sedangkan Engkau adalah Tuhan semesta alam?” Allah menjawab: “Seseorang meminta minum padamu dan engkau tak memberinya, sekiranya engkau memberinya minum niscaya engkau dapati Aku di sisinya.” (HR. Muslim)

Kaum muslimin jamaah jumat yang dimuliakan Allah

Kesimpulan yang dapat kita tarik dari khutbah yang singkat ini adalah: bahwa tidak mungkin individu yang kotor, yang hidup di alam dosa, akan melahirkan masyarakat yang baik. Oleh karena itu, jalan satu-satunya untuk membangun masyarakat yang bersih dan beradab, penuh dengan nuansa tolong-menolong dalam kebaikan dan ketaqwaan, yang jauh dari kerjasama dalam keburukan dan dosa, adalah hanya dengan kembali bersungguh-sungguh mentaati Allah dan mengagungkan-Nya. Kembali meramaikan masjid, mengajak keluarga, anak-anak untuk menunaikan sholat sebagai kewajiban kita kepada Allah yang tak boleh dilalaikan apapun kondisinya, membaca dan memahami Al-Quran, menerapkan pengetahuan tentang islam yang sudah diketahui, mengendalikan nafsu dari dosa-dosa dan sesuatu yang mendatangkan murka Allah serta tidak melupakan untuk saling peduli dan saling mengingatkan sesama saudara dan tetangga.

Semoga Allah menjadikan masyarakat dan bangsa kita bangsa yang mendapatkan keberkahan, mengumpulkan kita dalam umat Rosulullah yang terbaik dan terjauhkan dari ketergelinciran ke dalam jurang kemaksiatan. Amiin ya Rabbal ‘alamin.

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ، وَتَقَبَلَّ اللهُ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ، إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ. وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِيْ وَلَكُمْ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِيِمْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ. فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.

http://bahrulilmi-corner.blogspot.com/2010/06/teks-khutbah-jumat-pilihan.html

Naskah Khotbah

اَلسَلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُه’

اَلْحَمْدُ ِللهِ الَّذِى اَنْعَمَ عَلَيْنَابِنِعْمَةِ اْلاِيْمَانِ وَاْلاِسْلاَمِ. وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى اَشْرَفِ اْلاَنَامِ. سَيِّدِنَامُحَمَّدٍ وَّعَلَى الِه وَاَصْحَابِهِ مَصَابِيْحِ اْلاُمَّةِ فِى الظَّلاَمِ. اَشْهَدُ اَنْ لاَّاِلهَ اِلاَّاللهُ ذُوْالْجَلاَلِ وَاْلاِكْرَامْ. وَاَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُه’وَرَسُوْلُه’ صَاحِبُ الْحَوْضِ وَالشَّفَاعَاتِ وَالْمَقَامِ. اَللّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَامُحَمَّدٍ وَعَلَى الِه وَصَحْبِه اَجْمَعِيْنَ. اَمَّابَعْدُ. فَيَااَيُّهَاالنَّاسُ اتَّقُوْااللهَ حَقَّ تَقْوَاهُ. وَاعْلَمُوْااَنَّ الْجَنَّةَ اُعِدَّتْ لِمَنِ اتَّقَى اللهَ فَهِيَ مَسِيْرُه’وَمَثْوَاهُ. وَاعْبُدُوْااللهَ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ. وَلاَ تَتَّبِعُوْااَهْوَائَكُمْ وَاَنْفُسَكُمْ وَالشَّيَاطِيْنِ. قَالَ اللهُ تَعَالى فِى مُحْكَمِ كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ. وَهُوَ اَصْدَقُ الْقَائِلِيْنَ. اَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ. يَآاَيُّهَاالَّذِيْنَ امَنُوْااتَّقُوْااللهَ حَقَّ تُقَاتِه وَلاَتَمُوْتُنَّ اِلاَّوَاَنْتُمْ مُّسْلِمُوْنَ……

بَارَكَ اللهُ لِى وَلَكُمْ فِى الْقُرْانِ الْكَرِيْمِ. وَنَفَعَنِىْ وَاِيَّاكُمْ بِمَافِيْهِ مِنَ الايتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. اَقُوْلُ قَوْلِىْ هذَاوَاسْتَغْفِرُوْااللهَ الْعَظِيْمِ لِى وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ. فَاسْتَغْفِرُوْهُ اِنَّه’هُوَالْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.

 اَلْحَمْدُ للهِ الَّذِى اَرْسَلَ رَسُوْلَه’شَاهِدًا وَّمُبَشِّرًا وَّنَذِيْرًا. وَدَاعِيًااِلَى اللهِ بِاِذْنِه وَسِرَاجًامُّنِيْرًا. اَشْهَدُ اَنْ لاَّاِلهَ اِلاَّاللهُ وَحْدَه’لاَشَرِيْكَ لَه’ الَّذِى بَشَّرَ الْمُؤْمِنِيْنَ بِاَنَّ لَهُمْ فَضْلاً كَبِيْرًا. وَاَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُه’ وَرَسُوْلُه’ الَّذِى ذَكَرَ اللهَ ذِكْرًاكَثِيْرًا. اللّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى الِه وَصَحْبِه اَجْمَعِيْنَ. اَمَّابَعْدُ. فَيَاعِبَادَ الله. اُوْصِيْكُمْ وَاِيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. اِنَّ اللهَ وَمَلئِكَتَه’ يُصًلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ يَآاَيُّهَاالّذِيْنَ امَنُوْاصَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اللّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى الِ سيِّدِنَامُحَمَّدٍ. كَمَاصَلَّيْتَ وَسَلَّمْتَ وَبَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى الِ سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ. فِى الْعَالَمِيْنَ اِنَّكَ حَمِيْدٌ مَّجِيْدٌ. اللّهُمَّ وَارْضَ عَنِ الْخُلَفَآءِ الرَّشِدِيْنَ اَبِى بَكَرٍ وَّعُمَرَ وَعُثْمَانَ وَعَلِيِّ وَعَنْ سَآئِرِ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَعَنَّامَعَهُمْ يَااَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ. اللّهُمَّ اَعِزَّ اْلاِسْلاَمَ وَالْمُسْلِمِيْنَ. وَاَذِلَّ الشِّرْكَ وَالْمُشْرِكِيْنَ. وَدَمِّرْ اَعْدَآءَ الدِّيْنَ. اَللّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الاَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالاَمْوَاتِ اِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُّجِيْبٌ الدَّعَوَاتِ يَارَبَّ الْعَالَمِيْنَ. رَبَّنَااتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَّفِى اْلاخِرَةِ حَسَنَةً وَّقِنَاعَذَابَ النَّارِ. عِبَادَ اللهَ اِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالاِحْسَانِ وَاِيْتَاءِ ذِى الْقُرْبىْ وَيَنْهَىْ عَنِ الْفَخْشَآءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ فَاذْكُرُوْااللهَ الْعَظِيْمِ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ نِعَمِه يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ اَكْبَرُ……..

Islam Agama Sempurna

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah….

Dikatakan bahwa agama Islam adalah agama yang paling benar dan paling lurus. Dari mana kita dapat mengatakan bahwa Islam adalah agama yang paling benar dan paling lurus? Apa dasarnya? Karena semua agama pasti akan mengaku bahwa agamanyalah yang paling benar dan paling lurus ketimbang agama yang lainnya!

Dalam posisi seperti ini, maka rasio atau akal menempati urutan paling atas sebagai parameter yang dapat diterima oleh semua pihak di dalam mengukur kebenaran suatu agama. Maka berdasarkan akal-lah kita akan berupaya melihat bukti-bukti kebenaran agama Islam dibandingkan dengan agama yang lainnya.
Jamaah sidang Jumat yang dimuliakan oleh Allah Swt….
Diantara bukti kebenaran Islam yang dapat diterima oleh akal adalah:
1. Islam mempunyai pedoman hidup yang sempurna dan menyeluruh.
Allah Swt berfirman:

وَنَزَّلْنَا عَلَيْكَ الْكِتَابَ تِبْيَانًا لِكُلِّ شَيْءٍ وَهُدًى وَرَحْمَةً وَبُشْرَى لِلْمُسْلِمِينَ

“­Telah kami turunkan kepadamu Al-Quran untuk menjelaskan segala sesuatu, dan sebagai petunjuk, rahmat maupun kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri.” (An Nahl: 89).
Tidak ada satu agama pun di dunia ini, yang mengatur seluruh kehidupan manusia sampai kepada hal-hal yang paling kecil dan rumit sekalipun, kecuali Agama Islam. Islam sebagai rahmatan lil’alamin telah memberikan petunjuk dan arahan sangat sempurna dalam berbagai lini kehidupan, mulai dari masalah perorangan dan masyarakat, moril dan materil, ekonomi dan politik, hukum dan budaya, maupun permasalahan nasional dan internasional, sampai kepada masalah yang dianggap ringan dan sepele, semisal tidur, gunting kuku, dan buang hajat. Semuanya ada diatur di dalam Islam.

Islam mengatur seluruh kebutuhan manusia, sejak dia lahir sampai dia meninggal dunia, bahkan sampai kehidupan setelah dunia ini.
2. Bersatunya Benda dan Rohani

Islam tidak memisahkan antara kebutuhan benda dan rohani. Malah Islam memandang hidup ini sebagai satu kesatuan antara kebutuhan materi maupun spiritual, dan mengajarkan bahwa kebendaan dan kerohanian adalah dua hal yang selalu harus berdampingan. Sehingga Islam tidak menjadi penghalang antara manusia dan kepentingan hidupnya. Islam mengajarkan umatnya untuk menjadikan dunia sebagai sarana menggapai kebahagiaan akhirat dengan jalan takwa.
Bahkan Al-Qur’an mencela orang-orang yang tidak memanfaatkan ni’mat harta sebagai karunia Allah:

قُلْ مَنْ حَرَّمَ زِينَةَ اللَّهِ الَّتِي أَخْرَجَ لِعِبَادِهِ وَالطَّيِّبَاتِ مِنَ الرِّزْقِ قُلْ هِيَ لِلَّذِينَ آمَنُوا فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا خَالِصَةً يَوْمَ الْقِيَامَةِ كَذَلِكَ نُفَصِّلُ الْآيَاتِ لِقَوْمٍ يَعْلَمُونَ

“Katakanlah, siapa yang melarang perhiasan Allah yang dikeluarkan-Nya untuk hamba-hamba-Nya dan rizqi yang baik-baik. Katakanlah, itu untuk orang-orang yang beriman dalam kehidupan di dunia ini, terlebih pada hari akhirat nanti. Begitulah Aku menjelaskan ayat-ayat-Ku untuk orang-orang yang mengetahui.” (Al-A’raf: 32).
Dalam agama lain tidak ada keseimbangan dua unsur ini. Sebagaimana kita tau, faham kapitalisme begitu mendewa-dewakan materi, bahkan komunisme melupakan wujud dan keberadaan tuhan sama sekali.
3. Ada keseimbangan antara perorangan dan kemasyarakatan

Islam menjamin hak-hak azasi manusia dan tidak membenarkan siapapun juga untuk merobek-robek atau menguranginya.

Al-Qur’an menyatakan:

وَأَن لَّيْسَ لِلْإِنسَانِ إِلَّا مَا سَعَى

“Dan bahwasanya seorang manusia tidak akan memperoleh selain apa yang telah dia usahakan.” (An Najm: 39)
Di lain pihak, Islam selalu menanamkan dalam jiwa manusia rasa tanggung jawab sosial, mengatur kehidupan manusia dalam masyarakat dan negara, dan mengikutsertakan setiap orang dalam usaha menegakkan kemaslahatan umum.

Al-Qur’an menyatakan:

وَفِي أَمْوَالِهِمْ حَقٌّ لِّلسَّائِلِ وَالْمَحْرُومِ

“Dan dalam harta kekayaan mereka ada bagian hak yang dibutuhkan oleh yang meminta dan miskin.” (Adz-Dzariyat: 19)
Nabi bersabda: “Tidaklah beriman kepadaku orang yang tidur dengan perut kenyang, sedangkan tetangganya kelaparan, dan dia mengetahuinya.” (Riwayat Al-Bazar)
4. Stabil dan Berkembang

Al-Qur’an dan Sunnah mengandung petunjuk-petunjuk abadi dari Tuhan pencipta sekalian alam, Tuhan yang tidak dibatasi oleh rentang waktu dan dimensi tempat memberi petunjuk-petunjuk yang berkaitan dengan kepentingan perorangan maupun yang bertalian dengan masyarakat, sampai hal-hal yang paling rinci dan sepele dalam kehidupan di dunia ini, apalagi hal-hal besar semacam politik (yang dikenal dalam Islam dengan Siayasah, khilâfah dan Imâmah), masalah keamanan dan kriminalitas (yang dikenal dalam Islam dengan hukum Jinayah), maupun pendidikan yang dikenal Islam dengan ilmu Tarbiyah. Pokok-pokok itu semua telah diajarkan oleh Islam dan ditegaskan kesempurnaannya pada saat nabi melaksanakan haji Wada, ketika wukuf di padang Arafah, dengan turunnya firman Allah Swt:

الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الْإِسْلَامَ دِينًا

“Pada hari ini, telah kusempurnakan bagi kalian agama ini, telah kucukupkan nikmatku, dan telah kuridhai Islam sebagai agama kalian.” (Al-Maidah: 3)

 

Salah satu kunci kestabilan dan elastisitas Al-Quran yang kekal dan abadi, sehingga tetap seiring dan sejalan dengan perkembangan zaman ini adalah, dengan tetap terbukannya pintu Ijtihad dan Qiyas dalam masalah-masalah yang belum timbul pada zaman nabi, namun Ijtihad dan Qiyas (analogi) harus tetap berdasarkan dalil dari Al-Quran dan Hadis, tidak boleh menyeleweng daripadanya, karena pijakan dan dasar-dasarnya telah di atur di dalam Al-Quran dan Hadis.

Dalam agama lain methode atau cara semacam ini, tidak ditemukan sama sekali!

5. Universal dan Kemanusiaan

Firman Allah Swt:

وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا رَحْمَةً لِلْعَالَمِينَ

“Tidaklah Aku mengutus engkau, melainkan sebagai rahmat untuk seluruh alam.” (Al-Anbiya 107).
Menurut ajaran Islam, manusia itu semuanya sama, walau berlainan warna kulit, bahasa, keturunan dan kebangsaannya.

Nabi Saw bersabda:

كلكم من آدم وآدم من تراب، لا فضل لعربي علي أعجمي الا بالتقوي

“Setiap orang dari kamu berasal dari Adam, dan Adam berasal dari tanah, tidak ada perbedaan antara yang Arab maupun yang bukan Arab, semuanya sama, kecuali taqwanya”. (Al hadis).
6. Mudah, rasional dan praktis

Ajaran Islam begitu mudah, masuk akal dan praktis. Baik Al-Qur’an maupun hadis Nabi, memerintahkan manusia untuk menuntut ilmu dan menggunakan akal sehatnya.

 

ولقد ذرأنا لجهنم كثيرا من الجن والإنس لهم قلوب لا يفقهون بها ولهم أعين لا يبصرون بها ولهم آذان لا يسمعون بها أولئك كالأنعام بل هم أضل أولئك هم الغافلون

“Dan sungguh telah Aku jadikan untuk isi Jahannam para jin dan manusia, yang punya hati tidak digunakan untuk mengerti, punya mata tidak digunakan untuk melihat dan punya telinga tidak digunakan untuk mendengar. Mereka tidak berbeda dengan hewan ternak, bahkan lebih sesat. Mereka itulah orang-orang yang lalai.” (Al-A’raf 179).
Konsep agama Islam dalam masalah ketuhanan sangat masuk akal, tidak rumit dan jlimet seperti agama lain. Salah satu contoh agama yang tidak masuk di akal adalah agama yang menyembah bebatuan, patung, binatang dan arwah nenek moyang.

Karenanya tidak mengherankan kalau ratusan ribu, bahkan jutaan orang-orang barat kini telah memeluk agama Islam dengan kesadaran sendiri dan tanpa paksaan. Di Prancis saat ini, umat Islam sudah berjumlah 7 juta jiwa, dan di Amerika Serikat agama Islam menjadi agama tercepat kedua dalam hal pertumbuhannya.

7. Ajaran-ajarannya Terpelihara dari Perubahan
Ajaran-ajaran Islam dalam Al-Qur’an tetap atas dasar dan nash-nya yang semula sejak 14 abad yang lalu, tanpa berganti satu hurup pun. sebagaimana yang dijanjikan oleh Allah Swt dalam Al-Quran:

إنا نحن نزلنا الذكر وإنا له لحافطون

“Kamilah yang telah menurunkan Al-Quran dan kamilah yang akan menjaganya”

Hal ini diakui oleh para kritikus non Muslim. Profesor Reynold A. Nicholson dalam bukunya “Literary History of the Arabs” pada halaman 413 menyatakan:
“Al-Qur’an adalah suatu dokumen kemanusiaan yang luar biasa, menerangkan setiap phase hubungan Muhammad dengan segala kejadian yang dihadapinya selama hidupnya, sehingga kita mendapat bahan yang unik dan tahan uji keasliannya, sehingga kita dapat mengikuti perkembangan Islam sejak permulaannya sampai sekarang. Semua itu tidak ada bandingannya dalam agama-agama lainnya.”
Ma’asyiral muslimin rahimakumullah….

Islam adalah agama yang paling sempurna bagi kemanusiaan, dulu, sekarang dan yang akan datang. Segi-segi itulah yang telah menarik beratus-ratus juta ummat manusia ke dalamnya dari semua kalangan. Mereka semua yakin bahwa Islam adalah agama yang hak dan benar, jalan hidup yang lurus yang seharusnya dilalui oleh manusia. Hal itu akan tetap menarik mereka di waktu-waktu yang akan datang, para manusia yang jiwanya bersih dan ikhlas dalam mencari kebenaran.

 

Hadirin sidang Jumat yang dimuliakan oleh Allah Swt…

Membina diri, keluarga maupun keturunan kita di zaman ini untuk menjadi manusia bertauhid dan berbudi luhur tidaklah semudah membalikkan telapak tangan, tetapi membutuhkan usaha, upaya dan kegigihan. Kalaulah kita mempunyai keturunan, marilah kita arahkan mereka untuk menjadi manusia yang berbudi luhur dan selamat baik di dunia maupun di akhirat, namun bukan hanya dengan menitipkannya di sekolah atau di pengajian saja, tetapi perlu adanya tindakan pro-aktif dari para orang tua itu sendiri, sebab pengaruh orang tua atau keluarga sangatlah besar dalam membentuk watak dan kepribadian anak. Masa depan anak dan keluarga baik di dunia maupun di akhirat, merupakan tanggungjawab para pimpinan keluarga, karenanya Allah berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا
“Wahai orang-orang yang beriman, jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka”. (At-Tahrim: 6)

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.
Marhadi Muhayar, Lc., M.A.